Jenis – Jenis Website : Statis vs Dinamis

By imadewira May 29, 2012 Pengantar Teknologi Informasi

Website merupakan salah satu layanan yang paling populer di internet. Website merupakan sebuah layanan yang menampilkan informasi baik berupa teks, grafis, suara dan lain-lain. Untuk mengakses/membuka sebuah halaman website kita harus menggunakan aplikasi yang disebut dengan web browser seperti Mozilla Firefox, Internet Explorer, Google Chrome dan lain sebagainya.

Jenis – jenis website berdasarkan bagaimana perubahan isinya pada awalnya bisa dibedakan menjadi dua yaitu :

  • Website Statis
  • Website Dinamis

Website Statis

Website statis adalah website yang isinya cenderung tetap dan jarang berubah. Namun saat ini website statis akan sangat jarang kita temui kecuali website tersebut merupakan website yang masih dalam tahap pembuatan atau merupakan hasil karya mereka yang sedang belajar membuat website.

Website statis dibangun hanya dengan menggunakan bahasa standar seperti HTML yaitu yang bersifat client side. Website statis dibangun tanpa menggunakan database. Jadi untuk merubah isi/tampilan website statis harus dilakukan dengan cara merubah skrip/kode HTML website tersebut secara langsung. Jadi, artinya website statis bisa saja berubah-ubah isinya namun harus dilakukan dengan cara manual, cenderung tidak terstruktur dan tidak efisien.

Website Dinamis

Website dinamis merupakan kebalikan dari website statis. Isi website dinamis dapat berubah-ubah sesuai dengan isi database serta konfigurasi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Website yang ada di internet saat ini sebagian besar sudah merupakan website dinamis.

Website dinamis biasanya menggunakan database untuk menyimpan informasi yang akan ditampilkan. Jadi ketika halaman website perlu dirubah, ditambah atau pun dikurangi, bisa dilakukan dengan cara mengakses database yang digunakan, tidak perlu mengubah skrip/kode HTML website tersebut.

Website dinamis biasanya tidak hanya menggunakan HTML dan bahasa client side lainnya, namun juga menggunakan bahasa pemrograman server side seperti PHP, ASP dan lain-lain. Bahasa pemrograman server side ini akan digunakan untuk mengakses database yang berisi informasi yang akan ditampilkan di website. Bahasa pemrograman seperti PHP itu juga akan membuat website memiliki kemampuan yang lebih handal sehingga website menjadi semakin dinamis.

Seberapa dinamis sebuah website tentu berbeda antara satu website dengan website lainnya. Ada website dinamis dimana yang bisa berubah secara dinamis hanyalah bagian isinya saja, seperti fasilitas berita, artikel dan lain-lain. Ada juga website dinamis yang mampu merubah tampilan desain dengan mudah. Bahkan ada website dinamis dimana kita bisa menambahkan tools/aplikasi tertentu atau yang sering disebut plugin.

Website yang sangat dinamis seperti diatas tersebut biasanya dibangun menggunakan CMS (Content Management System) seperti WordPress, Joomla, dan lain-lain.

Salah satu ciri lain yang membedakan website statis dan website dinamis yaitu adanya aplikasi back-end. Pada website statis umumnya hanya tersedia front-end yaitu tampilan yang diakses oleh pengunjung website. Sedangkan pada website dinamis selain front-end akan tersedia juga halaman back-end yang hanya bisa diakses oleh administrator yaitu orang yang memiliki user dan password.

Halaman back-end ini akan digunakan mengelola isi website dinamis tersebut, seperti menambah berita/artikel, menambahkan foto, dan lain-lain. Sehingga pada halaman front-end yang diakses oleh pengunjung akan berubah secara otomatis sesuai dengan data yang diisi oleh administrator melalui back-end.

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *